Ini 3 mitos pernikahan yang wajib diusir jauh-jauh

Bagi sepasang calon pengantin, hal yang cukup merepotkan untuk mereka adalah saat merencanakan pernikahan. Seperti yang kita tahu, momen pernikahan bagi setiap manusia di dunia ini adalah salah satu momen paling membahagiakan dan tentunya agar dapat dikenang sebagai momen terindah dalam sebuah bahtera rumah tangga, pernikahan tersebut harus dipersiapkan secara matang.

Sayangnya, merencanakan pernikahan tak semudah membalikkan telapak tangan, dan dari sekian banyak tantangan yang harus dihadapi saat merencanakan pernikahan ada juga beberapa mitos yang dipercaya oleh para pengantin, padahal mitos pada dasarnya bukanlah hal yang sepenuhnya benar.

Lalu, apa saja mitos yang wajib dihindari oleh calon pengantin ketika merencanakan pernikahan? Berikut ini ulasan singkatnya :

  • Persiapan pernikahan perlu waktu minimal satu tahun

Bila sesuatu termasuk pernikahan direncanakan sejak jauh-jauh hari memang hal tersebut akan membuat perencanaanya semakin matang, namun bukan berarti pernikahan yang tertata rapi tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu kurang dari setahun, pasalnya bila konsep yang dimiliki oleh calon pengantin dari awal sudah matang maka kurang dari 6 bulan pun pernikahan tersebut dapat terlaksana dengan rapi dan sesuai konsep.

Akan semakin baik dan mudah bila anda juga menyewa Wedding Planner yang lebih berpengalaman dalam mempersiapkan pernikahan.

  • Gaun pengantin wajib berwarna putih

Di jaman yang semakin modern seperti saat ini, telah banyak desainer yang merancang gaun pengantin yang tersedia dalam beragam pilihan warna, tidak harus selalu putih. Ada beberapa warna menarik yang dapat dipilih sebagai gaun pengantin yang terlihat indah, mulai dari ivory hingga pink.

  • Tak perlu pusing mengenai budget, sebab nanti bakal diganti dengan uang angpao dari tamu undangan

Perlu anda ketahui, tak ada wedding vendor yang bersedia dilunasi tagihannya setelah hari-H. Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum merencanakan pernikahan anda sudah mengetahui harganya sehingga dapat dengan mudah untuk anda sesuaikan.

Jadi pada dasarnya dana persiapan untuk pernikahan tersebut harus sesuai dengan kondisi keuangan dari calon pengantin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*