Tag

, , ,

Jalinan asmara yang serius pastinya diharapkan akan dapat mencapai jenjang yang lebih tinggi, dalam hal ini jenjang yang dimaksud adalah sebuah bahtera rumah tangga. Namun, yang menjadi masalah adalah, pernikahan bukanlah suatu hal yang terbilang mudah untuk dijalani, apalagi bila usia dari sepasang kekasih tersebut tergolong masih terlalu muda.

Oleh sebab itu, hendaknya bila ingin memutuskan untuk menikah muda, maka mereka harus memikirkannya dengan matang terlebih dahulu, dan mempertimbangkan mengenai keuntungan dan kerugian dari menikah muda, agar ia tidak menyesal telah mengambil keputusan tersebut.

Nah, berikut ini ada beberapa keuntungan dan kerugian yang akan anda temukan bila anda memutuskan untuk menikah dalam usia yang relatif muda :

Keuntungan menikah di usia muda

  • Pasangan muda biasanya cenderung memiliki tingkat semangat yang lebih tinggi, oleh sebab itu, bila mereka memutuskan menikah di usianya yang masih muda maka mereka akan lebih fokus untuk berusaha agar mereka mampu membuat rumah tangga yang bahagia. Contoh konkretnya, semangat yang dimiliki oleh suami yang usianya masih muda akan berpengaruh pada energi yang ia curahkan untuk terus bekerja dengan giat agar mampu menciptakan rumah tangga yang bahagia.
  • Wanita muda yang sudah menyandang status sebagai istri biasanya pola pikirnya masih relatif polos dan belum terlalu memiliki beban pikiran, sehingga ia akan lebih fokus hanya pada rumah tangga yang sedang dijalaninya.
  • Ketika hamil dan melahirkan, wanita yang usianya lebih muda cenderung memiliki fisik yang lebih prima, sehingga saat proses persalinan membuat keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.

Kerugian menikah di usia muda

  • Bila tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan, status dan gaya hidup barunya sebagai istri, maka wanita yang usianya masih muda akan lebih mudah frustasi dengan segala rutinitas, tanggung jawab serta kewajiban yang tentunya lebih besar, bila dibanding saat ia masih berstatus lajang. Hal tersebut bahkan akan dapat membuat ia depresi dan pada akhirnya merasa tidak bahagia dengan pernikahan yang ia jalani.
  • Kewajiban sebagai seorang istri yang mau tidak mau harus membuat wanita muda lebih fokus pada rumah tangganya, membuat dirinya tidak bisa menikmati masa-masa muda bersama dengan teman sebayanya.
  • Secara psikis pria dan wanita yang usianya masih di awal 20-an tergolong belum matang, sehingga cenderung bersifat egois, dan tentunya hal tersebut kurang baik diterapkan pada sebuah pernikahan yang membutuhkan saling pengertian antar suami dan istri.
  • Bagi seorang wanita, menikah muda tentunya akan membuat ia harus rela mengorbankan cita-citanya, sebab ia harus lebih fokus dengan rumah tangganya daripada mengejar mimpi dan karier yang dulu pernah ia dambakan.