Tag

,

Jodoh merupakan suatu hal yang menarik untuk dibahas karena banyak sekali cerita menarik yang terjadi saat seseorang berusaha untuk menemukan cinta sejatinya. Islam memang melarang umatnya untuk berpacaran karena ia mendekatkan pada zina.

Kendati demikian, bukan berarti Islam menganjurkan untuk hidup seperti rahib yang tidak pernah menikah. Bahkan, Islam mengharamkan cara hidup seperti ini dan mewajibkan para pemeluknya untuk segera menikah bila sudah memenuhi syarat-syarat untuk menikah.

Cara mendapatkan jodoh menurut Islam ini dapat anda jadikan ikhtiar agar Allah segera menyatukan anda dan pasangan dengan tetap berada dalam jalur syariat.

  1. Lebih berusaha ‘menjadi’ ketimbang ‘mencari’

Masih banyak sekali umat Islam yang salah kaprah dalam memahami jodoh. Mereka terus berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh yang takwa sehingga dapat membina jalinan rumah tangga yang bahagia dengan keturunan yang baik-baik.

Namun begitu, mereka malah melupakan kewajiban untuk terus memperbaiki diri untuk memantaskan derajat dengan jodoh yang mereka inginkan tersebut. Padahal, Allah telah secara gamblang berfirman dalam Al Qur’an Surat An Nur ayat 26 yang artinya ‘Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…’ Sebab itu, mulailah untuk memperbaiki diri dan insya Allah jodoh kita akan didekatkan.

  1. Ikhtiar dan tawakal

Ia takkan mengubah nasib suatu kaum bila mereka sendiri tidak berusaha untuk mengubahnya, itulah janji Alloh terhadap umat manusia. Dari sabda ini, tentu saja bisa kita mengerti bahwa pada hakikatnya manusia harus berikhtiar dan bertawakal secara maksimal kepada-Nya, sebagai sebaik-baik pemberi jodoh.

Teruslah memperbaiki diri dan berupaya untuk mencari pencari pujaan hati lewat usaha, sabar, dan doa. Yang mesti anda ingat bahwa Tuhan-lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk umatnya. ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa,’ Qur’an Surat Al Furqon ayat 74.