Tag

, ,

Menikah bukan hanya soal mengakhiri masa lajang, menghindari dosa atau mencari kesenangan belaka. Di balik itu, ada sebuah tanggung jawab yang akan diemban oleh kedua pasangan, baik perempuan apalagi laki-laki. Itu sebabnya para orang tua menyarankan agar menunggu usia matang baru menikah. Tapi, bagaimana jika situasi dan kondisi memaksa Anda yang masih kuliah untuk menikah secepatnya?

Siapa taku! Itu adalah jawaban yang sebaiknya anda berikan. Mengapa? Sebab, kendati menikah butuh banyak biaya dan juga ke depan pasangan Anda butuh dinafkahi, menikah di saat masih kuliah bukanlah ide yang buruk. Ini alasannya!

Orang tua tidak akan tinggal diam

Sebagai anak memang tidak boleh merepotkan orang tua, tapi orang tua juga tidak akan tinggal diam jika situasi seperti ini sedang dihadapi oleh anaknya. Jadi, percayalah Anda tidak sendirian, ada orang tua dan keluarga dari kedua belah pihak yang akan membantu Anda berdua. Tapi, jangan lantas berpangku tangan ya!

Usia muda punya banyak kesempatan

Kesempatan memang harus dicari, tapi dengan usia yang relatif muda, Anda berdua mempunyai kesempatan untuk berkarir dan membangun hidup lebih banyak ketimbang orang yang sudah berumur. Bidik beberapa target, jalankan rencana mencapai target itu dan raih impian Anda!

Anak sudah besar Anda masih muda

Menikah di usia muda memberikan kesempatan bagi Anda untuk menghidupi keluarga dengan lebih baik. Anggaplah Anda dikaruniai anak di usia 23 tahun, ketika anak masuk kuliah di usia 20 tahun berarti usia Anda baru 43. Masih sangat muda dan punya banyak tenaga untuk mencarikannya rejeki yang halal.