Hantaran wajib di pernikahan suku Batak

Hantaran wajib suku Batak saat pernikahan beragam jumlah dan jenisnya. Namun secara garis besar, antaran pernikahan Batak hampir sama dengan beberapa suku bangsa lain di Indonesia. Yang membedakan adalah antaran tersebut seeprtinya tidak dibawa sekaligus, melainkan bertahap sesuai dengan prosesi yang harus dilewati oleh calon pengantin.

Pertama ada antaran berbentu cincin emas, kain dan sebagainya yang dibawa utusan calon pengantin pria dalam prosesi izin atau Mangarisika. Pada prosesi ini, utusan calon pengantin pria akan mendengarkan jawaban atas izin meminang anak gadis sang pemilik rumah. Antaran ini disebut sebagai tanda mau yang diberikan kerabat pengantin paria, untuk keluarga calon mempelai wanita.

lingkaran-pengetahuan.blogspot.com
lingkaran-pengetahuan.blogspot.com

Jika sudah sepakat dan melewati proses Marhori-hori Dinding/marhusip atau pembicraan dan Marhata Sinamot atau berdikusi masalah uang jujur, maka antaran akan ada di prosesi Pudun Sauta.

Pada prosesi Pudun Sauta ini, utusan mempelai pria akan datang membawakan nasi lengkap dengan lauk pauk berasal dari hewan peliharaan yang disembelih dan dimasak.

Selain itu, sudah umum pula memberikan antaran yang berisi sembako, kain ulos, kain sarung, uang dan juga perhiasaan untuk calon pengantin wanita dari calon suaminya. Kinipun bentuk antaran semakin beragam pula mengikuti perkembangan zaman yang ada.

Tak jarang calon pengantin pria juga akan membawakan kosmetik, tas, sepatu dan baju untuk calon pengantin wanita sebagai hantaran pernikahan.

1 Trackback / Pingback

  1. Pernikahan adat sebagai ragam budaya warisan Indonesia | Grosir Souvenir Pernikahan dan Busana

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*