Tag

, , ,

Hantaran wajib suku Minang yang harus selalu ada saat pernikahan adalah daun sirih. Ternyata daun sirih bukan hanya sekedar daun rempah yang dimasukan dalam antaran pernikahan orang Minang.

Sebagaimana kita tahu bahwa yang namanya hantaran pernikahan itu pasti penuh dengan filosofi-filosinya masing-masing. Termasuk diantarnya penggunaan daun sirih, sebagai benda yang selalu ada dalam hantaran pernikahan orang Minang ini.

hantaran daun sirih

Daun sirih memang masuk dalam antaran yang biasanya dibawa oleh calon pengantin wanita. Loh ga kebalik tuh? Ya memang tidak salah sebab di Minangkabau sendiri, masih menganut sistem matrilineal dimana garis keturunan ditarik dari kaum wanitanya. Karena itulah kaum wanita yang datang membawakan daun sirih sebagai antaran pernikahan.

Sirih ini dibawa saat keluarga calon pengantin wanita, datang untuk yang kedua kalinya ke rumah calon mempelai pria. Peristiwa ini oleh masyrakat lokal lazim dikenal sebagai batimbang tando atau juga batuka tando, yang memiliki makna bertukar tanda. Disini daun sirih diletakan dalam sebuah wadah khusus yang disebut sebagai carano.

Filosofi adanya sirih pinang ini adalah jika ternyata ada kekurangan, maka tidak akan jadi bahan gunjungan yang bisa memalukan kedua belah pihak.

Daun sirih pun akan datang lagi sebagai antaran yang wajib dibawa pada saat prosesi Mahanta Siriah. Selain daun sirih, ada juga bentuk seserahan lain seperti bahan makanan mentah, makanan matang, rokok dan lain sebagainya.