Tag

, ,

Pernikahan dini pasangan yang masih sangat muda atau remaja memang penuh resiko. Kini di tengah semakin bebasnya pergaulan anak muda, tak sedikit dari mereka yang akhirnya melakukan pernikahan dini akibat sudah terlanjur berbadan dua.

Di beberapa daerah terpencil pun anak remaja sudah dinikahkan, alih-alih melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita mereka. Padahala pernikahan dini yang dilangsungkan saat pasangan masih sama-sama muda, ternyata penuh dengan resiko.

Ternyata-Lombok-Rawan-Pernikahan-Dini-

Resiko fisik dan psikis bisa menghantui pasangan yang menikah dini ini. Dan beberapa resiko pernikahan dini seperti:

  • Remaja yang hamil memiliki resiko kesehatan yang tinggi. Jika pernikahan ini hingga menyebabkan kehamilan, maka resiko terbesar ditanggung oleh calon ibu yang masih remaja ini. Tulang panggul remaja ini umumnya belum siap untuk menampung bayi, sehingga beresiko menimbulkan masalah kesehatan serius.
  • Resiko kematian janin sangat besar sekali. Selain keguguran, bayi yang dilahirkan wanita yang menjadi ibu dibawah usia 20 tahun biasanya tidak bisa hidup lama. Resiko kematian janin makin besar saat seorang ibu melahirkan dibawah usia 20 tahunan.
  • Tidak punya kesiapan mental dan emosional. Pasangan muda yang menikah dan akhirnya punya anak, umumnya belum punya kematangan mental dan emosional. Sebagai akibatnya pertengkaran dan penelantaran anak bisa terjadi pada pasangan yang menikah dini ini.
  • Belum punya kesiapan finansial. Resiko pasangan yang menikah dini selanjutnya adalah ketidaksiapan finansial. Apalagi untuk pria yang memang bertugas menjadi kepala keluarga dan menafkahi anak istrinya.