Alasang mengapa Poliandri dianggap tabu dan dilarang

Berbeda dengan Poligami yang masih terbilang lazim dan diterima masyarakat, praktik poliandri dipandang tabu dan menimbulkan polemik. Beberapa suku bangsa di dunia ini, mungkin ada yang mempraktekan poliandri atau seorang wanita yang punya suami lebih dari satu.

Alasanya beragam. Namun biasanya mereka beranggapan bahwa kaum Hawa adalah mahluk tertinggi, dan salah satu cara menghormatinya adalah memperbolehkan bersuami lebih dari seorang.

konfrontasi.com
konfrontasi.com

Namun tak bisa dipungkiri, poliandri adalah hal yang sangat tabu dan memicu polemik sebagian besar masyarakat dunia. Beberapa alasan membuat poligami tabu dan memicu timbulnya polemik tak berkesudahan. Beberapa alasan tersebut antara lain:

  • Mengaburkan garis keturunan. Poliandri dianggap tabu karena bisa mengaburkan garis keturunan seseorang. Jika seorang anak dari wanita yang melakukan praktik poliandri lahir, maka akan jadi pertanyaan dan perdebatan tentang siapakah ayah biologis dari anak tersebut.
  • Poliandri bisa berpengaruh besar pada mental dan psikologi anak. Hampir sama seperti poligami, poliandri pun berakibat besar pada mental seorang anak. Anak akan melihat bagaimana mereka memiliki dua orang ayah, dengan hanya seornag ibu dalam keluarga.
  • Poliandri bisa meningkatkan kasus kekerasan pada anak. Anak yang dilahirkan oleh ibu poliandri dikhawatirkan akan mengalami kekerasan dari ayah tiri, yang juga menikahi ibu kandung mereka.
  • Poliandri berpotensi merusak tatanan ekonomi seseorang. Seorang Pria di Nepal mengatakan bahwa dia bisa jadi kaya karena menikahi wanita poliandri. Alasanya sangat sederhana. Dia bisa menumpang hidup bersama istri yang dihidupi oleh suami pertamanya. Tentu saja ia tak harus menafkahi istrinya, lantaran suami pertamanya sudah melakukan itu semua dengan baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*