Tag

,

Memiliki hubungan yang sudah cukup lama dengan pasangan Anda membuat Anda berfikir untuk membawa hubungan Anda ke tahap selanjutnya yaitu pernikahan.

Pernikahan memang kodrat setiap manusia. Pernikahan adalah sebuah janji suci untuk menjalani kehidupan bersama.

Menemukan pasangan yang cocok meyakinkan Anda untuk melangkah ke tahap pernikahan.

Namun, Anda juga perlu melihat ke dalam diri Anda. Kesiapan diri Anda sendiri lah yang menentukan apakah Anda siap menjalani sebuah pernikahan atau tidak.

Lihat ke dalam diri Anda. Apakah keegoisan masih mendominasi diri Anda? Sebuah pernikahan menuntut “saling”. Saling memberi dan saling menerima.

Jika diri Anda masih didominasi keegoisan untuk memenuhi keinginan Anda sendiri dan tidak dapat mengabaikan keegoisan Anda maka itu adalah tanda bahwa Anda belum siap menjalani kehidupan pernikahan.

Masa lalu Anda bisa menjadi kerikil-kerikil cobaan pernikahan. Selesaikan semua cerita di masa lalu Anda sebelum Anda memutuskan sebuah pernikahan.

Selesaikan kisah percintaan Anda dengan orang lain sebelum Anda menempatkan orang sebagai satu-satunya yang akan menjalani kehidupan bersama Anda melalui sebuah ikatan pernikahan.

Jika Anda belum bisa menyelesaikannya maka belum saat yang tepat untuk Anda menikah.

Pernikahan sedikit banyak akan membatasi ruang bermain Anda bersama teman-teman. Pernikahan membutuhkan tanggung jawab. Tanggung jawab ini akan menyita waktu dan pikiran Anda.

Jika Anda masih belum bisa mengurangi waktu bersenang-senang Anda bersama teman-teman maka ini pertanda bahwa Anda belum siap untuk terikat dalam sebuah pernikahan.

Masih adanya rahasia yang belum bisa Anda ungkap juga bisa jadi pertanda bahwa Anda belum siap menikah.

Rahasia-rahasia yang terungkap setelah pernikahan bisa menjadi suatu masalah besar dan bisa jadi merusak kebahagiaan pernikahan Anda.

Ada baiknya Anda tidak lagi menyimpan rahasia sebelum Anda menikah. Jika masih menyimpannya maka Anda perlu lebih banyak waktu memutuskan untuk menikah.

Adanya keraguan juga menjadi pertimbangan Anda untuk menikah atau tidak. Keraguan akan membuat berkurangnya kepercayaan. Padahal dalam sebuah rumah tangga dibutuhkan kepercayaan.