Trik jitu saat terjebak dalam perdebatan dengan pasangan

Hubungan suami-istri yang sehat memang sesekali akan dihiasi perdebatan atau perbedaan pendapat. Itu sudah biasa. Yang terpenting adalah bagaimana Anda berdua dapat menahan diri ketika mulai berada di puncak kemarahan.

Psikoterapis Jonathan Alpert mengatakan bahwa pertengkaran yang berujung pada kekerasan fisik atau menghancurkan benda, biasanya berdampak buruk terhadap kesehatan, mulai dari migrain, sakit kepala, pusing, dan mual.

pasangan-1

Berikut adalah enam cara untuk memastikan argumen Anda mengakhiri sekaligus menyelamatkan Anda dari perdebatan.

Tetap tenang dan keluar

Jika darah Anda mendidih, Anda cenderung sulit untuk mengendalikan diri dan emosi. Jika ini sudah terjadi, keluarlah dari perdebatan dengan tenang. Orang emosi tidak akan mampu berpikir logis, jadi pilih momen yang tepat untuk berdiskusi kembali.

Tahu tujuan Anda

Sebelum Anda duduk untuk bicara, Alpert merekomendasikan Anda bertanya pada diri sendiri: “Apa yang ingin saya capai di sini, Apakah saya ingin menyakiti pasangan saya, atau bekerja bersama menemukan resolusi?”

Fokus pada mencari solusi positif. Yang membuatnya Anda  lebih mungkin untuk mendengarkan dan tetap bijaksana. Orang-orang yang mempertahankan marah mereka lebih beresiko terkena tekanan darah tinggi.

Argumen singkat dan jelas

“Tinggalkan masa lalu di tempatnya. Jangan membawa semua masalah yang tidak berhubungan dengan yang sedang Anda bicarakan. Sebaliknya, selesaikan satu masalah pada suatu waktu,” ujar psikoterapis Tina Tessina, PhD. Oleh karena itu, berikan argumen yang singkat dan jelas tapi juga logis. Dengan begitu, Anda tidak tampak sedang mendominasi perdebatan yang justru memperburuk situasi.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*