Mengenal prosesi siraman dalam pernikahan adat jawa

Salah satu prosesi yang dilakukan dalam pernikahan adat jawa adalah prosesi siraman. Prosesi di mana kedua pengantin akan dimandikan oleh kedua orang tua dan keluarga. Proses siraman di pernikahan adat Jawa biasanya dilakukan sehari sebelum perwakinan sebagai salah satu syarat wajib adat. Beberapa keluarga memilih melakukan prosesi siraman di rumah masing-masing, tapi beberapa keluarga ada yang memilih di salah satu rumah, tergantung situasi dan kondisi tentunya.

Dulunya, prosesi siraman di adat jawa dilakukan di area tertutup, misalnya kamar mandi. Hal ini ditujukan untuk mengurangi rasa malu yang dirasakan oleh kedua mempelai. Tapi seiring kemajuan jaman, prosesi memandikan pengantin justru jadi konsumsi publik karena dilakukan di area terbuka. Tak jarang bahkan diabadikan dalam video dan foto.

manten-adat-jawa.blogspot.com
manten-adat-jawa.blogspot.com

Prosesi siraman sendiri memiliki makna yang tak sulit untuk diterka. Layaknya mandi, maka siraman dimaknai sebagai ritual membersihkan diri dari segala macam bentuk keburukan dan kotoran. Membebaskan kedua mempelai dari segala macam bentuk kesialan, sehingga suci dan bersih seperti bayi kembali.

Bagi para orang tua, siraman juga berarti menjadi pengabdian terakhir mereka sebelum buah hatinya resmi menikah dan menjadi milik orang lain. Sehingga tak heran bila siraman hanya boleh dilakukan oleh orang tua atau oleh orang yang dituakan.

Setelah prosesi siraman dilakukan, perwakilan sesepuh akan diminta untuk memecahkan kendi berisi air yang terbuat dari tanah liat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*