Seberapa hebatkah efek Afrodisiak bagi kehidupan seksual?

Afrodisiak adalah zat yang mampu meningkatkan gairah seksual. Istilah ini diturunkan dari bahasa Yunani, aphrodisiakon, dari aphrodisios, berkaitan dengan Aphrodite (dewi cinta Yunani). Beberapa jenis senyawa afrodisiak diantaranya Bremelanotide, Crocin, Phenylethylamines, Testosterone, dan Yohimbine.

Pertanyaannya, benarkah zat Afrodisiak seperti yang dimaksudkan di atas benar-benar efekti?

Salah satu kategori makanan yang dianggap Afrodisiak adalah makanan yang menyerupai alat kelamin. Dikutip dari womenshealthmag.com, telur dan kaviar mungkin masuk ke dalam kategori yang dimaksud, serta asparagus, seledri, dan bawang. Kerang dan tiram juga diklaim memenuhi syarat kualitas afrodisiak karena bentuk dan tekstur mereka.

Tiram, pada kenyataannya, tinggi akan seng – nutrisi yang kurang dalam diet orang pada satu waktu; sehingga bila dikonsumsi bisa meningkatkan kekurangan nutrisi, sehingga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan seseorang dan meningkatkan dorongan seksual.

Makanan pedas juga sejak lama dianggap sebagai stimulan seksual. Ada beberapa kebenaran ilmiah untuk klaim ini. Pasalnya di dalam makanan yang sangat dibumbui sering mengandung capsaicin, bahan aktif dalam cabai rawit.

Makan capsaicin dapat menimbulkan respon fisiologis – meningkat denyut jantung dan metabolisme , kadang-kadang bahkan berkeringat – yang sangat mirip dengan reaksi fisik yang dialami saat berhubungan seks.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*